Target "Zero Accident" DJKA Dalam Perjalanan Kereta Api

Horas Silalahi | July 05, 2016 | | | Be the first to comment!
Horas bah!!!
Kereta Api merupakan salah satu moda transportasi yang banyak diminati masyarakat Indonesia saat ini. Apalagi di kota-kota besar yang padat penduduk dengan lalu lintas padat, kerata api menjadi pilihan transportasi yang digunakan banyak orang. Alasannya sih simple, "lebih aman, nyaman, dan bebas macet." Iya, seperti diketahui kereta api mempunyai jalur "prioritas" dan didahulukan dalam dunia lalu lintas. So, kalau teman-teman sedang melintas diperlintasan kereta dan kebetulan ada kereta yang mau melintas, harap berhenti dulu dan tunggu keretanya lewat ya :)
Tidak hanya dalam perjalanan sehari-hari, dalam tradisi mudik tahunan pun kereta api masih menjadi primadona pilihan masyarakat dalam perjalanannya mudik ke kampung halaman. Terbukti, setiap ada informasi yang memberitahukan tiket untuk perjalanan mudik sudah bisa dipesan (biasanya online melalui https://tiket.kereta-api.co.id/) seketika itu juga tiket langsung ludes terjual. Bahkan ada beberapa yang tidak kebagian.
Dirjen Perkeretaapian, Bpk. Ir. Prasetyo Boedi Tjahjono, MM (pegang mic.)
Di tahun lalu (2015), transportasi kereta api meraih predikat "zero accident." Hal ini dikarenakan minimnya angka kecelakaan selama mudik lebaran dengan menggunakan kereta api. Dan sama seperti tahun lalu, Dirjen Perkeretaapian (DJKA) juga menargetkan "zero accident" dengan mudik menggunakan kereta api di tahun ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Dirjen Perkeretaapian, Bpk. Ir. Prasetyo Boedi Tjahjono, MM dalam acara Bukber DJKA dengan blogger dan media pada Kamis (30/6) lalu di Hotel Milenium Jakarta. "Prioritas saat ini adalah Zero Accident pada angkutan selama lebaran, ini sesuai permintaan dari Pak Menhub, Ignasius Jonan, agar angkutan lebaran lebih mengutamakan keselamatan," kata Pak Prasetyo Boedi Tjahjono.
Selain beliau, dalam acara bukber ini juga turut hadir Sesditjen Perkeretaapian, Bpk. Ir. M. Popik Montanasyah, MT, Direktur Keselamatan Perkeretapian, Bpk. M. Risal Wasal, ATD, MM, Direktur Sarana Perkeretaapian, Bpk. Marsono Yugihartiman, ATD, MSC, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Bpk. Zulfikri Ir, MSc, DEA dan juga Ibu Joice Hutajulu, selaku Humas DJKA.
Guna mencapai target "zero accident" ini, DJKA sudah menyiapkan beberapa langkah strategi. Salah satunya dengan melakukan tes urine kepada seluruh masinis yang akan bertugas selama musim mudik lebaran. Hal ini penting untuk memastikan masinis yang bertugas tidak dalam pengaruh obat-obatan dan tidak dalam kondisi mabuk. Selain memastikan kondisi kesehatan petugas, DJKA juga sudah mengantisipasi dan meminimalisir dengan baik untuk jalur-jalur kereta yang rawan longsor. "Untuk mengantisipasi kondisi anomali dan perubahan cuaca saat ini, di titik-titik rawan longsor sudah kita tempatkan alat berat," ucap Pak Prasetyo Boedi Tjahjono. "Semua petugas di Kemenhub sudah turun ke lapangan untuk terus mengecek sarana prasarana sesuai dengan target pemerintah untuk zero accident tahun ini," lanjut Pak Prasetyo.
Foto bersama DJKA
Tak hanya persiapan angkutan lebaran, DJKA juga mempunyai target kerja lainnya demi kemajuan transportasi kereta api di Indonesia. Seperti rencana pembangunan jalur Trans Sulawesi, Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Papua. Dan saat ini yang sedang berjalan yaitu pembangunan kereta cepat Jakarta - Bandung dan pembangunan kereta api Sudirman Baru (Dukuh Atas) menuju Bandara Soekarno Hatta. Terkait kereta cepat Jakarta - Bandung, Pak Prasetyo menjelaskan bahwa sudah dilakukan kerja sama Indonesia dengan China. Meskipun masih terjadi pro dan kontra, namun pembangunannya tetap dilakukan.
Senang rasanya mendengar kabar ini. Bayangkan saja jika kedua pembangunan ini (kereta cepat dan kereta bandara) sudah rampung. Tentu kita (Indonesia) akan semakin bangga, karena memiliki kereta canggih seperti negara-negara maju lainnya. Semoga kereta api Indonesia semakin maju dan berkembang, dan pilihan masyarakat dalam memilih moda kereta api sebagai trasnportasi semakin tepat.

Sumber ilustrasi :
- Dari Group WA dengan proses editing


#TauDariBlogger, #Transportasi, #KaryaDJKA

>> Selengkapnya

Berani Berubah Bersama Transjakarta

Horas Silalahi | July 02, 2016 | | | | 8 Comments so far
Bus Transjakarta kini lebih nyaman.
Horas bah!!!
"Dear Mantan, 
Maafkan aku yang dulu"
Masih ingat dengan kalimat di atas?
Kalimat ini sempat nge-hits beberapa waktu lalu lewat meme-meme lucu yang beredar di media sosial. Meme-meme lucu tersebut memperlihatkan tentang perubahan gaya atau penampilan seseorang dari masa Allah lampau ke masa kini.
Dan kalimat ini sepertinya cocok untuk menggambarkan kondisi yang saat ini terjadi di transjakarta. Lah kok? Teman-teman pasti sudah sering (bahkan mungkin bosan) mendengar berita kecelakaan transjakarta. Ada berita tentang armada band yang terbakar, armada mogok di jalan, ada juga armada yang tabrakan, AC bus yang mati, dan lain sebagainya. Beraneka ragam peristiwa buruk tentang transjakarta. Ditambah lagi jalur transjakarta (baca : busway) yang sering diterobos pengguna kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor semakin memperburuk citra angkutan massal ini.
Jalur Transjakarta kini lebih sterill.
Perlahan-lahan perubahan itu mulai tampak dalam tubuh transjakarta. Mulai dari penambahan armada bus hingga meng-"kandang"-kan bus-bus lama yang sudah tidak laik jalan. "Untuk bus, kita melihat beberapa faktor yaitu bus yang laik jalan dan bus laik pandang." Kata Pak Prasetia Budi, Kepala Humas dan Komunikasi PT Transportasi Jakarta dalam acara buka bersama Transjakarta dengan pelanggan yang digelar pada Sabtu (25/6) di arena PRJ, JIExpo, Kemayoran - Jakarta. Acara bukber ini dihadiri oleh beberapa pelanggan transjakarta dari berbagai komunitas, salah satunya komunitas blogger TDB (Tau Dari Blogger) yang telah memberi kesempatan buat gue ikut acara ini. Acara bukber ini juga turut dihadiri Pak David Tjahjana selaku perwakilan dari Dewan Transportasi Jakarta. Dan menurut informasi dari Pak Prasetia Budi, acara bukber tersebut juga seharusnya menghadirkan Pak Budi Kaliwono selaku Direktur Utama yang baru dari PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Namun karena sesuatu hal, beliau jadi tidak bisa hadir.
(Ki-Ka) Bpk. David Tjahjana-Dewan Transportasi Jakarta, Bpk. Prasetia Budi, Kepala Humas dan Komunikasi PT Transportasi Jakarta, M. Sobari - Komunitas TDB (foto credit to Giovanni)
Acara bukber kali ini bukan sekedar makan bareng, namun sekaligus menjadi forum diskusi antara manajemen Transjakarta dengan pelanggan. Selesai buka puasa bersama, beberapa teman melaksanakan sholat magrib. Dan setelah itu sesi diskusi bareng pun dilakukan. Sesi ini dimanfaatkan teman-teman TDB untuk menyampaikan pertanyaan-pertanyaan (tepatnya keluh kesah) seputar pelayanan transjakarta. Mulai dari tidak adanya toilet di halte, bus yang datangnya lama, wifi yang tidak terkoneksi, petugas yang jutek dan tidak ramah, dan sebagainya. Banyak pertanyaan yang muncul, namun tidak sedikit juga yang mencoba memberikan saran. Hal ini demi kemajuan transjakarta. Seperti kita lihat bersama, lambat laun transjakarta yang dulu timbul banyak masalah kini mulai membaik. Hal ini tidak lepas dari saran dan masukan dari para pengguna transjakarta (singkat TJ). "Sudah saatnya kita libatkan teman-teman komunitas pengguna setia TJ dalam membantu perubahan TJ ke arah yang lebih baik," ungkap Pak Prasetia Budi disela-sela diskusi. Tag line #BeraniBerubah menjadi jargon transjakarta demi mewujudkan transjakarta yang lebih baik. Menurut Pak Prasetia, dengan menerapkan #BeraniBerubah maka perubahan yang dilakukan bukan hanya di level pimpinan, namun perubahan ini juga akan diterapkan hingga level bawah, baik itu pramudi, kasir, maupun onboard. Masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus dibenahi dalam tubuh transjakarta.
Foto bersama komunitas pengguna Transjakarta

Sayangnya acara ini tidak menghadirkan pihak-pihak lain yang tentunya juga berkaitan dengan Transjakarta. Misalnya Dinas PU yang membuat separator dan jalur transjakarta, Dishub, dan juga pihak perbankan yang menerbitkan kartu e-money (uang elektronik) untuk pembayaran, dan masih banyak pihak lainnya. Namun demikian, Pak Prasetia Budi mengatakan bahwa acara kali ini tidak akan putus sampai di sini. Next, akan ada acara temu pelanggan TJ lagi dan diusahakan menghadirkan pihak-pihak terkait.
Harapannya semoga pelayanan transjakarta semakin membaik. Semua keluh kesah pelanggan tidak sekedar ditampung, namun perlu di implementasikan. Sudah saatnya Transjakarta #BeraniBerubah demi transportasi Jakarta yang lebih maju. Dan bagi teman-teman pengguna transjakarta, mari #BeraniBerubah bersama transjakarta. Kita berikan masukan-masukan yang positif kepada transjakarta. Kritik it's OK, tapi kasihlah kritik yang membangung bukan menjatuhkan hehe..
Foto bersama di booth Transjakarta, Hall C1 PRJ, JIExpo Kemayoran.


Sampai jumpa di acara temu pelanggan TJ berikutnya.


Sumber ilustrasi gambar :
- search by google
- www.transjakarta.co.id
- Group WhatsApp TJ Community
dan melalui proses editing pribari.

#BeraniBerubah, #Transjakarta, #TauDariBlogger
>> Selengkapnya
badge