Menjadi Relawan PMI Lewat Program Corporate Volunteer

Horas Silalahi | April 18, 2016 | | |
Horas bah!!!
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta, khususnya PMI Kota Administrasi Jakarta Timur, menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan yang berkantor di wilayah Jakarta mengadakan "Orientation Training Program Corporate Volunteer." Acara ini berlangsung pada Selasa, 5 April 2016, bertempat langsung di Markas PMI Jakarta Timur, Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 77. Program Corporate Volunteer merupakan kegiatan PMI dalam menciptakan relawan yang terlahir dari kalangan tenaga professional perusahaan. Program ini membuka jalan bagi perusahaan-perusahaan dan tenaga professional untuk bergabung dan berpartisipasi dalam misi kemanusiaan PMI. Peserta Corporate Volunteer akan tergabung dalam Tenaga Suka Rela (TSR) PMI yang kontribusinya tentu disesuaikan keahlian dan keterampilan masing-masing individu. Mengingat para peserta Corporate Volunteer juga mempunyai tanggung jawab dalam dunia kerjanya, maka mobilisasi/penugasan serta pelatihan yang dilakukan untuk Corporate Volunteers juga disesuaikan dengan waktu dan kondisi para relawan.
Acara ini diikuti oleh beberapa (karyawan) perwakilan dari perusahaan seperti karyawan PT. KCJ (Commuterline) , PT. Pos Indonesia, PT. Kawan Lama, KOPI (Koalisi Online Pesona Indonesia) serta beberapa teman blogger dari komunitas TDB (Tau Dari Blogger).
Kanan - Drs. H. R. Krisdianto MSi, Ketua Pengurus PMI Kota Jakarta Timur
"Lewat Program Corporate Volunteer ini, PMI mengajak perusahaan-perusahaan yang ada di Jakarta untuk ikut terlibat dalam misi kemanusiaan bersama PMI. Di sini kita akan berlatih bagaimana memberikan pertolongan pertama (first aid) yang tentunya dapat kita implementasikan dalam keseharian. Kita tidak tahu kapan musibah itu akan datang. " Kata Pak Krisdianto, MSi, Ketua Pengurus PMI Kota Jakarta Timur dalam sambutannya.

Mengenal Sejarah PMI
Sesi pertama, para peserta dibawa kembali ke masa lalu untuk mengetahui bagaimana PMI terbentuk di Indonesia. Sesi ini dibawakan oleh Mas Herman, Kasie Pengembangan PMR dan Relawan PMI.
Herman, Kasie Pengembangan PMR dan Relawan PMI (Dok.Pribadi)

Mas Herman menjelaskan, pada awal kemerdekaan negara Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 sesungguhnya Indonesia itu belum dikenal di mata dunia. "Waktu itu presiden pertama Indonesia, Soekarno, memerintahkan kepada Menteri Kesehatan yang waktu itu dipegang oleh dr. Buntaran Martoatmodjo untuk membentuk suatu Badan Palang Merah Nasional guna menunjukan kepada dunia internasional bahwa keberadaan Negara Indonesia itu nyata," ucap Mas Herman menyampaikan materinya. Akhirnya tepat pada tanggal 17 September 1945, 1 bulan setelah proklamasi kemerdekaan, terbentuklah Pengurus Besar Palang Merah Indonesia (PMI) dengan ketua pertama, Drs. Mohammad Hatta (Wapres I).
Namun sangat disayangkan, 70 tahun sudah Indonesia merdeka namun sampai saat ini belum ada undang-undang yang mengayomi Kepalangmerahan Indonesia. Hal ini membuat keberadaan PMI seakan tidak diakui. Bagaimana tidak? Lambang PMI saja banyak dipergunakan berbagai pihak, baik untuk kepentingan pribadi maupun untuk bisnis. Dan ini yang menjadi PR (pekerjaan rumah) penting bagi pemerintah Indonesia untuk segera mengesahkan UU Kepalangmerahan. Karena kalau sampai Indonesia tidak punya payung hukum tentang Kepalangmerahan, maka PMI tidak akan diakui keberadaannya oleh organisasi kepalangmerahan internasional (ICRC). Dan kalau sampai itu terjadi, maka negara-negara di dunia tidak akan bisa menyalurkan bantuan kemanusiaannya ke Indonesia. We'll be alone :(

First Aid
Sesi kedua diisi oleh mas Agus dengan materi pertolongan pertama (First Aid). "Kenapa saya sebutnya first aid atau pertolongan pertama? Selama ini kan yang kita dengar P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Kenapa?" tanya mas Agus kepada para peserta yang hadir. Saling tatap kiri kanan namun tidak ada jawaban.
Agus Sebastian (Dok.Pribadi)
"Kalau kita sebut Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, artinya kita hanya beri pertolongan sama yang kecelakaan aja donk? Kalau gak kecelakaan berarti gak ditolong ya hehe.." lanjut mas Agus mengundang gelak tawa peserta.
Dalam materi ini para peserta dibekalin pengetahuan seputar pertolongan pertama. Kita (peserta) diajarkan bagaimana memberikan pertolongan pertama ketika melihat seseorang membutuhkan pertolongan. Mas Agus juga menjelaskan bahwa pertolongan pertama itu bisa menentukan kelangsungan hidup si korban. Jika pada pertolongan pertama salah bertindak bisa berakibat fatal nantinya. Kita harus pelajari situasi dan kondisi korban sebelumnya akhirnya memberikan pertolongan.
Untuk materi-materi terkait pertolongan pertama (first aid) ini ternyata sudah tersedia dalam versi digital. Teman-teman yang punya smartphone android bisa mengunduhnya di playstore (https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cube.gdpc.idn).

Manajemen Stress
Sesi terakhir, sesi yang paling saya tunggu. Materi manajemen stress yang disampaikan oleh Bapak Erwan Aditya. Materi ini sangat bagus dipelajari, terutama bagi kita yang punya temperamen (emosi) tinggi.
Bpk. Erwan Aditya (Dok.Pribadi)
"Stress adalah kondisi penuh tekanan, baik yang berasal dari luar maupun dari dalam diri individu, yang mengakibatkan terganggunya keseimbangan hidup, sehingga menuntut individu melakukan penyesuaian secara fisik dan psikologis." Kata Pak Erwan menjelaskan. Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti akan mengalami yang namanya stress. Apalagi dalam kehidupan berumahtangga. Namun selama kita bisa memahami situasi dan kondisi sekitar, maka stress tidak akan berkepanjangan. Lewat materi ini saya banyak belajar tentang stress dan cara menghadapinya. Namun sayang waktunya sangat singkat, karena materi ini disampaikan di penghujung acara.

Acara "Orientation Training Program Corporate Volunteer" ditutup oleh Pak Krisdianto selaku ketua PMI Jaktim. Beliau menyampaikan harapannya semoga dengan adanya program ini bisa memberikan manfaat bagi peserta juga bagi perusahaan-perusahaan yang bersinergi dengan PMI. Beliau juga mengucapkan selamat bergabung menjadi relawan PMI kepada seluruh peserta pelatihan.
Penyerahan sertifikat dan kartu tanda anggota PMI (Dok.Pribadi)
Di akhir acara seluruh peserta pelatihan diberikan sertifikat pelatihan dan juga kartu tanda anggota PMI sebagai bukti bahwa kita (peserta) resmi menjadi relawan PMI.    -bang horas-

4 comments:

  1. Woah keren ya acara PMI, sekarang banyak pelatihan. Coba di Bandung ada ya

    ReplyDelete
  2. Woah keren ya acara PMI, sekarang banyak pelatihan. Coba di Bandung ada ya

    ReplyDelete
  3. Hmm jadi pengen nih bisa belajar bersama pmi biar mengerti.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah mau berkunjung dan meninggalkan jejak di mari.

badge UA-61936554-2