Transformasi XL Menghasilkan Pencapaian Positif Hingga Rights Issue

Horas Silalahi | February 02, 2016 | |
Horas bah!!!
Selama dalam perjalanannya menjadi salah satu provider terkemuka di tanah air, XL telah melakukan berbagai transformasi. Perubahan demi perubahan dilakukan untuk tetap menjaga momentum adaptasi yang terfokus pada masa depan. Dan di awal tahun 2015 lalu, XL menerapkan agenda transformasi yang disebut dengan “3R" yaitu Revamp, Rise & Reinvent.
Revamp (Mengubah) yaitu mengubah model bisnis pencapaian pelanggan (dari 'volume' menjadi 'value') disertai strategi distribusi dan perbaikan portofolio produk untuk meningkatkan pendapatan. 
Rise (Meningkatkan) yaitu meningkatkan nilai brand XL dan menggunakan strategi dual-brand dengan AXIS untuk menyasar berbagai segmen pasar yang berbeda. 
Reinvent (Menemukan kembali) yaitu menumbuhkan berbagai inovasi bisnis melampaui model bisnis yang digunakan saat ini.
Adapun alasan XL melakukan transformasi ini adalah untuk merespon perubahan pasar digital yang sangat dinamis dan fokus pada penciptaan nilai (value) sehingga XL dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan di masa yang akan datang. Di penghujung tahun 2015 lalu, XL telah memetik berbagai pencapaian positif sebagai hasil dari agenda transformasi yang telah dilakukan. Hal ini terbukti dengan meningkatnya metrik operasional dan keuangan. Ini menjadi dasar keyakinan XL bahwa keputusan untuk menjalankan strategi (transformasi) ini sudah tepat. Selanjutnya di tahun 2016 ini akan menjadi tahun untuk membangun di atas pondasi yang telah ditata selama tahun 2015.
Pada tanggal 1 Februari 2016 kemarin, XL mengumumkan hasil audit kinerja keuangan perusahaan tahun 2015, yang dimulai dari awal tahun hingga berakhir 31 Desember 2015. XL telah berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan selama tiga kuartal secara berturut-turut, sebesar 2% dari segi pertumbuhan pendapatan penggunaan layanan utama (voice dan SMS), serta naik 15% dari pencapaian kinerja yang solid untuk layanan data. Peningkatan  ini  adalah  dampak  positif  dari terbentuknya basis pelanggan yang lebih menguntungkan, serta adanya upaya peningkatan profitabilitas portofolio produk.
XL terus fokus untuk menjadi yang terdepan dalam menyediakan layanan data internet mobile di Indonesia. Pertumbuhan smartphone di Indonesia telah berhasil mendorong peningkatan penggunaan layanan mobile data. Penetrasi smartphone XL juga telah tumbuh dan berkembang sebesar 42% pada akhir 2015. Dan pengguna smartphone XL tumbuh 10% dan telah mencapai jumlah 17,7 juta pengguna. Setelah peluncuran layanan 4G LTE pada spektrum 1.800MHz yang dilakukan secara nasional, XL memperkenalkan paket barunya HotRod 4G yang menawarkan kuota LTE dengan harga terjangkau. Dengan layanan ini pelanggan dapat menikmati manfaat internet cepat dan berkualitas. Dan XL juga menawarkan program bundling dengan pilihan berbagai brand smartphone, mulai dari Apple, Samsung, Xiaomi, Alcatel, Lenovo, LG, hingga Sharp.
Installasi BTS 4G (credit to XL).
Layanan jaringan 4G LTE menjadi strategi utama XL untuk tetap yang terdepan dalam penyediaan layanan mobile internet di Indonesia. Layanan 4G LTE merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan atas internet berkecepatan tinggi. Untuk mendukung layanan 4G LTE, XL telah membangun 3.134 BTS 4G per akhir tahun 2015, yang tersebar di lebih dari 35 kota di seluruh Indonesia. XL juga terus berinvestasi dalam meningkatkan kualitas jaringan dan jangkauan dengan membangun lebih dari 18.000 BTS 3G hingga akhir 2015, yang menjadi bagian dari total 58.879 BTS. (Baca juga : Jaringan XL 4G LTE Kini Menjangkau Semua)
Selain mengumumkan hasil pencapaian di atas, XL juga mengumumkan satu rencana untuk melakukan penerbitan saham baru (rights issue) guna menggalang dana. Penggalangan dana ini memungkinkan semua pemegang saham XL untuk berpartisipasi dalam mendukung pertumbuhan perusahaan kedepannya.
Penerbitan saham baru (rights issue)  ini tentunya harus  terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang rencananya akan dijadwalkan 10 Maret 2016 mendatang. Selain itu juga harus melalui persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Semua proses ini diharapkan selesai pada semester pertama tahun 2016 ini. Ketentuan atas penerbitan saham baru (rights issue) termasuk harga saham yang terkait dengan penawaran dan jumlah saham yang ditawarkan akan diumumkan pada waktunya. Credit Suisse dan Mandiri Sekuritas telah ditunjuk sebagai penasihat keuangan untuk proses penerbitan saham baru (rights issue) ini. [Rilis]

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mau berkunjung dan meninggalkan jejak di mari.

badge