Berkat XL, Nelayan Kini Online dengan Aplikasi mFish

Horas Silalahi | December 29, 2015 | | Be the first to comment!
Horas bah!!!

Perkembangan dunia digital kini semakin luas. Sebelumnya kita sudah dikenalkan dengan transportasi berbasis online yaitu ojek online dan taksi online. Dan sekarang hadir inovasi terbaru yaitu nelayan berbasis online dengan aplikasi "mFish."
Pada tanggal 28 Desember kemarin, PT XL Axiata Tbk (XL) dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura mengikat kerjasama dengan mengimplementasikan program pemanfaatan sarana digital "mFish" kepada masyarakat nelayan di 6 desa. Program kerjasama yang bertemakan “Sinergi mFish dan Perikanan yang Berkelanjutan” tersebut dihadiri oleh lebih dari 110 orang perwakilan nelayan.
Vice President East Region XL, Desy Sari Dewi mengatakan,“Alhamdulillah, akhirnya implementasi program mFish di Kabupaten Pamekasan ini dapat kami wujudkan segera. Dengan demikian maka sekali lagi kami memenuhi komitmen untuk mendukung masyarakat Madura dalam memajukan daerah melalui implementasi sarana telekomunikasi dan teknologi digital. Kami berharap, dengan menggunakan aplikasi mFish, masyarakat nelayan Pamekasan akan mampu meningkatkan hasil tangkapan mereka, yang pada akhirnya juga akan meningkatkan kualitas hidup.”
Serah terima perangkat mFish kepada nelayan - foto XL press release

Pada acara tersebut, Wakil Bupati Pamekasan, Kholil Asyari menyerahkan paket pendukung aplikasi mFish kepada perwakilan nelayan. Paket tersebut berupa perangkat smartphone yang sudah ter-install aplikasi mFish dilengkapi dengan gratis biaya paket data selama 6 bulan dari XL (1GB/bulan), serta alat pengisi batere tenaga surya.
Bantuan perangkat pendukung mFish - foto XL press release
Lewat aplikasi mFish ini XL mendekatkan nelayan agar lebih mengenal teknologi serta dapat memanfaatkannya. Harapannya, dengan adanya aplikasi mFish ini membantu nelayan untuk meningkatan produktivitas dalam menangkap ikan di laut. Karena dengan aplikasi ini, nelayan bisa mendapatkan berbagai informasi pokok untuk bekal melaut, seperti arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, cuaca secara umum, juga lokasi keberadaan plankton. Selebihnya, mFish juga membantu mereka dari sisi keselamatan, budidaya perikanan, harga ikan di pasar, dan juga pelestarian lingkungan.
Dan dengan kerjasama ini Dinas Kelautan dan Perikanan setempat juga akan bisa mendapatkan data riil dari nelayan. Mulai dari harga ikan hingga jumlah tangkapan dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu, diharapkan nelayan mampu menggunakan peralatan digital tersebut secara efektif.
XL berharap, penggunaan sarana digital ini akan terus meluas. Untuk itu, menurut Desy, XL berkomitmen akan terus meningkatkan kualitas layanan mFish ini, antara lain dengan memperkaya fitur yang ada sehingga semakin membantu nelayan serta memastikan kualitas informasi yang ada sehingga tingkat akurasinya semakin tinggi.
Setelah Kabupaten Pamekasan, menyusul segera XL akan menandatangai kerjasama mFish dengan Pemkab Bangkalan dan Pemkab Sumenep. Dengan demikian total tidak kurang dari 350 paket mFish akan dimanfaatkan di Madura pada tahap awal ini. (RILIS)

>> Selengkapnya

Log out Sejenak dari Dunia Maya

Horas Silalahi | December 29, 2015 | | 1 Comment so far
Horas bah!!!

Sosial Media (Sosmed) bukan lagi hal baru bagi masyarakat. Sebut saja facebook atau twitter yang sudah banyak digunakan orang. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orangtua rata-rata punya akun (baca : account) di sosial media tersebut. Bahkan lebih menggelikan lagi [geli buat gue], satu orang ada yang memiliki lebih dari satu akun facebook /twitter. Haha...seakan satu kebanggaan tersendiri.
Namun, apakah kita pernah menyadari akan dampak negatif yang ditimbulkan akibat keasikan di dunia (maya) sosial media ?

Gagal Focus 
Intermezo by : 4tawa.co
Saking asiknya main facebook /twitter, terkadang kita sampai lupa diri. Kita tidak focus atau tidak konsen terhadap apa yang kita lakukan. Bahkan lebih parah lagi, kerjaan kita kadang terbengkalai hanya demi statusisasi di dunia (maya) sosial media.

Cuek
Ini juga tidak jarang kita temui dalam keseharian. Banyak dari kita yang cuek bahkan terkadang lupa akan kehidupan di sekitar. Gue sendiri sudah beberapa kali ketemu sama orang yang begini. Pernah satu kali dalam bus angkutan umum, duduk sebelahan sama cewek. Orangnya asik dengan gadget-nya. Sekilas gue lihat tampilan layarnya TL twitter. Pas si abang kondektur gunting (minta ongkos) penumpang, ceweknya cuek abiss...seakan dunia milik pribadi. 3 kali ditagih gak ada respon sama sekali, padahal si abang udah krincing-krincingin koinnya. "Neng, ongkosnya!!!" si abang teriak, baru si cewek menoleh. Kemudian buka dompet dan bayar ongkos dengan raut muka datar (tanpa dosa) mata tetap ke gadget.

Malas
Kecanduan dunia (maya) sosial media juga bisa membuat kita malas. Apalagi kalau main twitter /facebook-nya dengan posisi wuenak, udah deh pasti makin malas mau ngapa-ngapain juga. Badan rasanya berat buat digerakkan lagi. Bahkan lebih parah lagi, kita terkadang jadi malas untuk bersosialisasi dengan dunia nyata.

Jadi Korban
Ini merupakan dampak yang paling parah dan merugikan. Kita sebagai sosialita bisa menjadi korban kejahatan atau bahkan bisa menjadi korban atas kelalaian sendiri. Sering kita dengar berita atau peristiwa yang menyebutkan orang meninggal hanya karena keasikan dengan dunia (maya) sosial media (Baca : Orang-Orang yang Meninggal Akibat Selfie). Dan ada juga korban-korban kejahatan yang bermula dari sosial media (Baca : Remaja Jadi Korban Facebook).

Ini hanyalah sebagian kecil efek samping dari kecanduan dunia (maya) sosial media. Masih banyak sisi negatif lainnya yang diakibatkan keasikan di dunia (maya) sosial media. Bukan hanya merugikan diri sendiri tapi juga orang sekitar.
So, mari menjadi sosialita yang cerdas dan bijak. Log out sejenak dari Dunia Maya-mu. Log out sejenak dari Dunia Maya tidak akan membuat kita rugi.
Mari log out sejenak dan kembali ke dunia nyata ;-)
http://butarraja.blogspot.co.id/2015/12/log-out-sejenak-dari-dunia-maya.html
>> Selengkapnya
badge